Tahi lalat biasanya sering dijumpai di kulit wajah, tangan, kaki atau bagian tubuh lainnya. Tapi ada beberapa orang yang memiliki tahi lalat di dalam bola mata. Bahayakah tahi lalat di dalam mata ini?
Tahi lalat merupakan suatu tanda yang dibawa sejak lahir karena adanya faktor bawaan ataupun tumbuh karena adanya faktor luar. Tahi lalat biasanya berwarna hitam atau cokelat yang terjadi karena penumpukan pigmen pada kulit.
Pada beberapa orang, tahi lalat tumbuh di dalam matanya. Tahi lalat di mata ini biasanya berupa bintik hitam di sekitar bola mata dan merupakan faktor bawaan.
"Tahi lalat ini sebenarnya jinak dan tidak berbahaya, hanya saja terkadang memang bisa berubah menjadi ganas," kata Dr Virna Dwi Oktariana, SpM, dokter spesialis mata dari RS Cipto Mangunkusumo saat dihubungi detikHealth, Rabu (17/3/2010).
Menurutnya, tahi lalat di mata bisa saja menjadi ganas karena adanya faktor keturunan dan faktor pemicu seperti konsumsi makanan karsinogenik (penyedap rasa atau MSG), terkena radiasi ultraviolet dan infeksi virus.
Tahi lalat di mata umumnya tidak mengganggu penglihatan, selama tidak tumbuh di jalur penglihatan seperti kornea dan bagian iris mata.
Tahi lalat yang sudah ganas bisa menyebabkan tumor atau kanker, seperti melanoma. Tapi menurut Dr Virna, jinak atau ganas tahi lalat di mata, terkadang tidak menimbulkan keluhan apa-apa oleh si penderita. Tapi ada juga yang merasakan keluhan seperti tahi lalat membesar, berubah warna, dan terasa gatal.
Tahi lalat di mata bisa diangkat dengan jalan operasi, tergantung letak tumbuhnya. Bila tahi lalat yang tumbuh hanya di selaput bening, maka sangat mudah untuk dilakukan operasi.
Tetapi bila tumbuh pada jalur penglihatan, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter mata, karena tahi lalat yang tumbuh di jalur penglihatan bisa menyebabkan kebutaan.
Dr Virna menyarankan, bila tahi lalat di mata sudah cukup mengganggu, sebaiknya di lakukan uji patologi anatomi, agar diketahui seberapa ganasnya tahi lalat yang tumbuh di mata tersebut. Dan untuk itu perlu dikonsultasikan dengan dokter mata.
0 komentar:
Posting Komentar